Bridging the Gap: Designing a Contextual Data Journalism Curriculum for Indonesian Media Education

Abstract

Abstract

This study addresses the growing demand for data journalism education in Indonesia, where the integration of data-driven practices into journalism curricula remains fragmented and underdeveloped. The research aims to identify key gaps in the instructional design, content, and pedagogical approaches related to data journalism, with particular attention to the contextual challenges faced by journalism educators, students, and practitioners. Employing a qualitative exploratory approach, data were collected through semi-structured interviews with journalists and educators, focus group discussions with key stakeholders, and document analysis of accredited journalism programs. The findings reveal systemic shortcomings across all stages of the data journalism workflow, including limited access to usable data, lack of training in data cleaning and analysis, weak narrative construction, and minimal engagement with visualization tools. These gaps are compounded by institutional constraints and cultural perceptions that marginalize technical competencies in journalism education. The study contributes to the theoretical discourse on workflow-based pedagogy and highlights the need for a context-sensitive curriculum model that aligns technical skills with interpretive and ethical dimensions of journalism. The results underscore the importance of designing collaborative, modular, and locally grounded educational frameworks to strengthen data journalism capacity in the Indonesian context.

Abstrakt
Studi ini membahas meningkatnya permintaan akan pendidikan jurnalisme data di Indonesia, di mana integrasi praktik berbasis data ke dalam kurikulum jurnalisme masih terfragmentasi dan belum berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan utama dalam desain instruksional, konten, dan pendekatan pedagogis yang berkaitan dengan jurnalisme data, dengan perhatian khusus pada tantangan kontekstual yang dihadapi oleh pendidik, mahasiswa, dan praktisi jurnalisme. Dengan menggunakan pendekatan eksploratif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan jurnalis dan pendidik, diskusi kelompok fokus dengan pemangku kepentingan utama, dan analisis dokumen program jurnalisme terakreditasi. Temuan menunjukkan kekurangan sistemik di semua tahapan alur kerja jurnalisme data, termasuk akses terbatas ke data yang dapat digunakan, kurangnya pelatihan dalam pembersihan dan analisis data, konstruksi naratif yang lemah, dan keterlibatan minimal dengan alat visualisasi. Kesenjangan ini diperburuk oleh kendala kelembagaan dan persepsi budaya yang meminggirkan kompetensi teknis dalam pendidikan jurnalisme. Studi ini berkontribusi pada wacana teoretis tentang pedagogi berbasis alur kerja dan menyoroti kebutuhan akan model kurikulum yang peka terhadap konteks yang menyelaraskan keterampilan teknis dengan dimensi interpretatif dan etis jurnalisme. Hasil penelitian ini menggarisbawahi pentingnya merancang kerangka pendidikan yang kolaboratif, modular, dan berbasis lokal untuk memperkuat kapasitas jurnalisme data dalam konteks Indonesia.