The Application and Effects of Human Interest Framing in Identity-Based Film Festival Coverage During the Reformation Era

Abstract

Abstract
Since the onset of the Reformasi period in 1998, Indonesia’s media and film sectors have undergone substantial transformation. Major online news portals began reporting on identity-based film festivals, addressing themes such as LGBT issues, gender, religion, children, human rights, and governance. This study examines the use of human interest framing in the coverage of identity-based film festivals published by five leading Indonesian online news portals, namely Kompas.com, Tempo.co, Detik.com, Antaranews.com, and MediaIndonesia.com. The analysis focuses on articles published from 2005 (corresponding to the period when online news media started providing sustained reporting on these festivals), to 2020. A total of 175 articles covering 39 festivals were analyzed, revealing variations in the use of framing indicators, including the presence of human figures, emotional appeals, perceived impacts on individuals, and effects on their personal lives or social groups. The findings indicate that privately owned portals were more active in employing human interest frames than government-owned or affiliated media. Overall, the study demonstrates that the adoption of human interest framing reflects broader socio-political shifts within Indonesia’s online news media landscape, marked by greater openness to sensitive issues raised by identity-based film festivals.

 

Abstrakt
Sejak dimulainya era Reformasi pada tahun 1998, sektor media dan perfilman di Indonesia mengalami transformasi yang signifikan. Portal-portal berita daring utama mulai memberitakan festival film berbasis identitas yang mengangkat berbagai tema, seperti isu LGBT, gender, agama, anak, hak asasi manusia, dan isu pemerintahan. Penelitian ini mengkaji penggunaan pembingkaian human interest dalam pemberitaan festival film berbasis identitas yang dipublikasikan oleh lima portal berita daring terkemuka di Indonesia, yaitu Kompas.com, Tempo.co, Detik.com, Antaranews.com, dan MediaIndonesia.com. Analisis difokuskan pada artikel yang diterbitkan selama periode 2005 (bertepatan dengan mulai berkembangnya pemberitaan yang berkelanjutan mengenai festival-festival tersebut oleh media berita daring) hingga 2020. Sebanyak 175 artikel yang meliput 39 festival dianalisis, yang menunjukkan adanya variasi dalam penggunaan indikator pembingkaian, meliputi kehadiran tokoh atau figur manusia, penggunaan daya tarik emosional, persepsi terhadap dampak pada individu, serta pengaruhnya terhadap kehidupan pribadi maupun kelompok sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa portal berita milik swasta lebih aktif menggunakan pembingkaian human interest dibandingkan media yang dimiliki atau berafiliasi dengan pemerintah. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan pembingkaian human interest mencerminkan perubahan sosial-politik yang lebih luas dalam lanskap media berita daring di Indonesia, yang ditandai oleh semakin terbukanya ruang pemberitaan terhadap isu-isu sensitif yang diangkat oleh festival film berbasis identitas.