Social Media Analytics Process as a Public Relations Strategy on Private University Instagram Account
Article

Abstract
Advances in technology have increased the need for public relations functions in educational institutions to create strategic digital relationships through social media. To ensure effective information dissemination, a strategy and evaluation process is needed to determine social media performance. This research aims to uncover how the social media analytics process is implemented in managing the Instagram account of Telkom University in Indonesia. Using the concept of Social Media Analytics by Fan and Gordon (2014), this study employed a qualitative case study method. Data were obtained from interviews with three key informants, one expert, four supporting informants, participatory observation, and document analysis. The findings reveal that the PR and Analytics unit at Telkom University systematically implemented social media analytics in the evaluative research phase to assess and improve Instagram performance. The analytics process consisted of five main stages: data crawling, analysis, summary, presentation, and content development, with an additional monitoring stage to track the effectiveness of content adjustments. Social media analytics provided actionable insights that enabled the team to identify high-performing content, audience engagement trends, and areas for improvement. For instance, interactive and visually appealing content was found to significantly enhance engagement rates, which informed subsequent content strategies. The data and analysis results were visually presented to stakeholders, facilitating data-driven decision-making. Overall, this research concludes that a structured social media analytics process enables the PR and Analytics unit to develop more targeted and effective Instagram content, thus supporting continuous improvement and a stronger digital presence for Telkom University.

Abstrakt
Kemajuan teknologi telah meningkatkan kebutuhan akan fungsi hubungan masyarakat (PR) di lembaga pendidikan untuk menciptakan hubungan digital strategis melalui media sosial. Untuk memastikan penyebaran informasi yang efektif, diperlukan strategi dan proses evaluasi untuk menentukan kinerja media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana proses analitik media sosial diimplementasikan dalam pengelolaan akun Instagram Universitas Telkom di Indonesia. Dengan menggunakan konsep Analitik Media Sosial oleh Fan dan Gordon (2014), penelitian ini menggunakan metode studi kasus kualitatif. Data diperoleh dari wawancara dengan tiga informan kunci, satu ahli, empat informan pendukung, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan menunjukkan bahwa unit PR dan Analitik di Universitas Telkom secara sistematis mengimplementasikan analitik media sosial pada fase penelitian evaluatif untuk menilai dan meningkatkan kinerja Instagram. Proses analitik terdiri dari lima tahap utama: pengumpulan data, analisis, ringkasan, presentasi, dan pengembangan konten, dengan tambahan tahap pemantauan untuk melacak efektivitas penyesuaian konten. Analitik media sosial memberikan wawasan yang dapat ditindaklanjuti yang memungkinkan tim untuk mengidentifikasi konten berkinerja tinggi, tren keterlibatan audiens, dan area untuk perbaikan. Sebagai contoh, konten interaktif dan menarik secara visual terbukti secara signifikan meningkatkan tingkat keterlibatan, yang kemudian menjadi dasar strategi konten selanjutnya. Data dan hasil analisis disajikan secara visual kepada para pemangku kepentingan, sehingga memfasilitasi pengambilan keputusan berbasis data. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa proses analitik media sosial yang terstruktur memungkinkan unit PR dan Analitik untuk mengembangkan konten Instagram yang lebih tepat sasaran dan efektif, sehingga mendukung peningkatan berkelanjutan dan kehadiran digital yang lebih kuat bagi Universitas Telkom.

Optimizing Streaming Applications in Radio Dahlia’s Public Relations Strategy to Enhance Digital Relevance
Article

Abstract
Digital technology has brought significant innovations to the broadcasting field in the present era. Although media convergence has introduced positive changes, challenges arise for conventional media such as radio stations. Radio stations are confronted with the dilemma of either adapting to or navigating through this change, particularly for Radio Dahlia 101.5 FM Bandung, which has been on the air since 1970. Streaming technology utilization and radio applications may offer solutions for radio to adapt to changing times. Streaming applications function as tools for promotion and interaction with listeners, fostering close relationships through interactive content and active listener engagement activities. Program innovation, integration of the streaming application, and direct interaction with listeners aid radio in building a strong bond between broadcasters and listeners. A qualitative research method with descriptive approach is employed in this paper. Four informants were selected through purposive sampling techniques for interviews, observations, and literature studies. Data analysis involved three stages, then validated using triangulation. The research findings demonstrate how Radio Dahlia utilizes streaming applications as a cornerstone of its public relations strategies to sustain its market presence. Through features like live streaming, podcasts, and interactive features, Radio Dahlia successfully maintains a strong and relevant relationship with listeners in the digital era.

 

Abstrakt
Teknologi digital telah menghadirkan inovasi signifikan dalam bidang penyiaran pada era saat ini. Meskipun konvergensi media membawa perubahan positif, tantangan muncul bagi media konvensional seperti stasiun radio. Radio dihadapkan pada dilema untuk beradaptasi atau hanya bertahan menghadapi perubahan tersebut, khususnya bagi Radio Dahlia 101.5 FM Bandung yang telah mengudara sejak tahun 1970. Pemanfaatan teknologi streaming dan aplikasi radio menawarkan solusi bagi radio untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Aplikasi streaming berfungsi sebagai alat promosi sekaligus media interaksi dengan pendengar, memperkuat kedekatan melalui konten interaktif dan aktivitas keterlibatan pendengar yang aktif. Inovasi program, integrasi aplikasi streaming, dan interaksi langsung dengan pendengar membantu radio membangun ikatan yang kuat antara penyiar dan audiens. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Empat informan dipilih melalui teknik purposive sampling untuk diwawancarai, diamati, dan dilibatkan dalam studi literatur. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, kemudian divalidasi menggunakan triangulasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Radio Dahlia memanfaatkan aplikasi streaming sebagai landasan strategi hubungan masyarakat (public relations) untuk mempertahankan eksistensi pasar. Melalui fitur seperti live streaming, podcast, dan konten interaktif, Radio Dahlia berhasil menjaga hubungan yang kuat dan relevan dengan pendengar di era digital.